Rabu, 26 Desember 2012

Ajarkan Kreativitas dan Nilai Karakter Pada Anak Melalui “HAMAS” (HAnd MAde Strategy)


APA ITU HAMAS?
HAMAS (Hand Made Strategy) merupakan alternatif strategi pembelajaran yang mana anak akan dirangsang untuk terus berkreativitas dan mengaktifkan otak kanan melalui pemanfaatan barang-barang bekas. HAMAS juga memperhatikan Multiple Intelligence anak. Hal ini dilatarbelakangi oleh karena anak memiliki kecerdasan ganda yang berbeda-beda. Selain itu, HAMAS juga menanamkan nilai karakter seperti peduli lingkungan, peduli sosial, kreatif, dan tanggung jawab.
MENGAPA HARUS HAMAS?
Banyak permasalahan anak yang terkadang kita lupakan, diantaranya:
Ø Anak cenderung memilih mainan / hal yang instan, konsumtif, yang sebenarnya bisa dibuat sendiri. Hal ini menunjukkan budaya konsumtif yang tidak baik untuk perkembangan anak. Selain itu, anak juga menjadi tidak kreatif.
Ø Mainan modern mendorong anak untuk menjadi pribadi yang individualistis seperti saat main game-game individu tanpa melibatkan teman yang lain.
Ø Mainan anak pada zaman modern ini memiliki kandungan bahan kimia yang tidak baik bagi kesehatan anak, antara lain mengandung timbal (Pb), merkuri (Hg), kadmium (Cd), dan kromim (Cr). Selain kandungan zat-zat kimia ini, tampilan fisik mainan edukasi juga tidak aman untuk anak-anak. Cat yang mudah terkelupas, bau dan warna yang sangat mencolok, serta kurangnya informasi yang jelas dalam kemasan mainan edukasi.
APA KELEBIHAN HAMAS?
Ø Bisa diterapkan di semua mata pelajaran.
Ø Untuk menciptakan siswa lebih kreatif, mandiri, membuat mainan sendiri, tidak hanya menggunakan barang-barang instan.
Ø Membuat kreasi produk untuk barang sehari-hari.
Ø Meminimalisir budaya instan.
Ø Meningkatkan kerjasama antarsiswa (kebersamaan).
Ø Meningkatkan rasa sosial anak.
Ø Membangkitkan rasa cinta pada lingkungan dan budaya lokal.
Ø Menanamkan jiwa wirausaha anak sejak kecil.
Ø Memunculkan serta mengembangkan potensi siswa.
Ø Meningkatkan aspek psikomotor, kognitif dan afektif pada anak.
BAGAIMANA LANGKAH-LANGKAHNYA?
ü Eksplorasi :
Menguji pengetahuan awal siswa terkait materi
ü Elaborasi :
a. Pembagian kelompok :
Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa mengenai hobi/minat atau hal-hal yang terkait materi yang disampaikan (sesuai kreativitas guru dengan memperhatikan Multiple Intelligences anak).
b. Pembelajaran dibuat secara bertema oleh guru. Siswa mempelajari subtema yang sesuai dengan produk yang akan dirancang.
c. Kerja kelompok dan diskusi :
Pada hari sebelumnya siswa telah diminta oleh guru untuk membawa peralatan dari rumah (barang bekas, alat tulis, gunting, lem, dll)
Siswa membuat kreasi barang sesuai dengan subtema mereka dalam satu kelompok pada batasan waktu yang sama. Siswa diberi kebebasan untuk bekerja membuat produk tersebut (di luar kelas, mendengarkan anya, dll). Produk harus diselesaikan di sekolah (tidak boleh dibawa pulang).
Siswa mempresentasikan hasil produk di depan kelas.
Guru bertugas memfasilitasi siswa untuk membimbing tiap kelompok ketika presentasi dan penguatan ketika presentasi.
ü Konfirmasi :
Siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai materi dan kegiatan yang telah dilakukan. selain itu guru juga memberikan motivasi terkait nilai karakter dan kreativitas.
Kesimpulan pembelajaran
Evaluasi

Selasa, 07 Agustus 2012

Kunjungan BEM FIP UNY ke Malang

Badan Eksekutif Mahasiswa 
Fakultas Ilmu pendidikan 
Universitas Negeri Yogyakarta 
Bersama dengan dosen pembimbing ibu Siska Rahmadona, yang juga merupakan Ketua BEM FIP UNY tahun 2006, keluarga besar BEM FIP UNY 2010 mengadakan kunjungan ke kota Malang, Jawa Timur pada bulan November 2011, dengan beberapa agenda yang dilaksanakan. Dalam kunjungan ini kami mengunjungi sebuah LSM pendidikan komunitas Aksara yang banyak beranggotakan sukarelawan dari alumni Universitas Brawijaya, yayasan ini banyak menggunakan media dan metode yang menarik serta menyenangkan untuk anak-anak, sehingga banyak yang bisa di pelajari disana, misalnya penggunakan microsoft power point sebagai pembuat media yang sangat bagus dan awalnya kami mengira media/video yang kami lihat di buat menggunakan macro media Flash hal ini menambah wawasan kepada kami dan sedikit mendorong untuk berpikir out of the box.
kegiatan dilanjutkan dengan menginap di Universitas Brawijaya, Malang. 

setelah banyak berkeliling di Unibraw, melihat-lihat kondisi kampus yang nyaman, berbagai fasilitas dan gedung, kami sempat berfoto bersama di depan gedung Rumah Pintar yang didirikan oleh yayasan Istri Kabinet Indonesia Bersatu yang di ketuai oleh Ibu Ani Yudhoyono.
Kemudian kami melanjutkan kunjungan ke Universitas Negeri Malang (UM), disana kami disambut dengan baik oleh KM UM dan melangsungkan acara dengan lancar, termasuk bertukar wawasan tentang sistem dan program masing-masing, setelah acara selesai kami kembali masuk bus dan menuju ke beberapa tempat wisata, seperti di Jawa Timur Park, taman buah di kota Batu dan Air Terjun Cobanrondo yang ber ketinggian sekitar +-80m yg berhawa sejuk dan dingin di sekitar air terjun.

berkunjung ke kota Malang kali ini merupakan pengalaman yang berharga, semoga masih akan banyak petualangan pintar saya dan teman-teman yang akan datang.



Lukman hakim Alfajar

Kamis, 01 Maret 2012

Salam yogyakarta untuk kawan dr aceh, nusa tenggara dan papua


Yogyakarta, 6 februari 2012
Asrama mahasiswa PGSD kampus 3 FIP UNY
Pukul 5:56

Nama saya Lukman hakim alfajar, mahasiswa PGSD semester 6. Bersama sama kawan2 dari berbagai penjuru tanah air saya menginap di asarama kampus tadi malam, mereka berasal dari aceh, nusa tenggara timur, dan dari papua. Mereka ismail, yanus, jhon, benny, candra, robin, acer, faisal, frans, dan boy adalah mahasiswa kerjasama PPGT yang dikirim daerah untuk pergi belajar menuntut ilmu di kota yogyakarta ini, dengan perbedaan fisik, karakter, dan budaya saya mencoba untuk bergaul dan masuk dalam kehhidupan mereka untuk menambah tali persaudaraan dan membuka wawasan saya tentang nusantara beserta penduduk dan budayanya.
Pada awalnya, memang komunikasi belum lancar tetapi sedikit demi sedikit kami mulai bisa akrab dan saling bertukar ide, bermain bersama, diskusi dan dari perlahan-lahan saya mulai mengenal mereka. Mereka sangat baik pada saya, begitupun saya berusaha memberikan yg terbaik apa yg saya bisa berikan kepada teman2 baru saya ini, walau hanya sekedar memberikan wawasan mengenai tempat2 wisata, atau tempat2 penting di kota pelajar tercinta ini. Mereka membawa harapan besar bagi daerah masing2 untuk kelak bisa mendidik putra-putri tanah kelahiran mereka, sehingga kelak anak cucu bisa menjadi anak yg pintar serta bisa memperbaiki dunia pendidikan kesehjahteraan hidup masyarakat dikemudian hari. Yokyakarta adalah kota pelajar dimana banyak sekali sakolah2 dari jenjang sd sampai universitas dimana pelajar dari berbagai penjuru Indonesia bahkan dari manca negara datang dari jauh untuk menuntut ilmu, sejalan dengan harapan besar dr orang tua dan tanah asal mereka. Saya juga berharap anak2 asrama ini bisa belajar dengan sungguh2, sehingga bisa membawa banyak ilmu dan pengalaman untuk dibawa pulang ke daerah masing2, agar nantinya mereka bisa berbuat banyak ketika pulang nanti, membawa serta jiwa pengabdian tiada henti. Selama mereka belajar dikota yogyakarta ini yg bisa saya lakukan hanya siap untuk membantu mereka kapanpun dan dimanapun mereka butuhkan dalam menempuh study, karena dengan begitu saya juga bisa untuk membantu secara tidak langsung dunia pendidikan di seluruh penjuru nusantara. Semangatlah dalam belajar kawan, jangan pentang menyerah, selalu jadilah lebih baik dari hari ke hari, saya yakin kalian adalah putra-putri terbaik pilihan daerah yang pintar, cerdas, dan bisa membuat daerah kalian lebih baik dalam dunia pendidikan.
Kemiskinan bisa kita berantas dengan kerja keras, kesehatan bisa kita usahakan membangun fasilitas kesehatan, tapi kalau memberantas kebodohan satu-satunya cara hanya lewat pendidikan, hanya pendidikan kawan, dengan pendidikan anak2 bisa menjadi pintar dan bisa mandiri, bisa mengelola sumber daya alam dan kekayaan daerah, sehingga ngeri kita yg makmur ini bisa membuat sejahtera masyarakatnya, tidak seperti sekarang yg segala jenis kekayaan alam dan sumber daya diambil oleh asing, padahal itu sumber daya milik kita orang yg jd pekerja juga orang kita, tapi hasilnya diambil keluar oleh asing, mungkin kita sudah merdeka sejak 1945 tapi secara ekonomi dan kesejahteraan masih jauh dari kata “merdeka”. Mari kita berjuang bersama, agar anak2 papua, nusa tenggara dan bagian manapun dari negeri ini bisa merdeka secara seutuhnya, merdeka jiwa dan raga yg benar2 merdeka. Hidup mahasiawa Indonesia!!!
Demikian sedikit tulisan dr saya apabila banyak salah kata dan kekurangan saya mohon maaf sebesar-besarnya. Tulisan ini dibuat untuk menambah semangat kawan2ku semua yg jauh merantau hingga ke tanah Jawa, ingin mengatakan bahwa disini kalian tidak sendiri, dari bapak dekan sampai mahasiswa PGSD semua siap menjadi teman kalian, terkhusus saya seorang anak dari sebuah kota kecil di jawa tengah bernama Temanggung yg siap menerima kalian kapan saja. MERDEKA!!!

Jumat, 17 Februari 2012

Guru harus banyak belajar!!

Belajar dr semwa org., smwa tempat., agar menjd guru yg lebih berani untk bnyk belajar, dan belajar dimana saja dr siapa saja, termasuk belajar dr setiap anak didikny, agar dapat lebih mengembangkan metode2 pembelajaran yg efektif dan tepat., dan lebih dr it adl untuk lebih memahami jalan hidup setiap anak didiknya.,

Kamis, 12 Januari 2012

Klub Tenis Jurusan Gizi FKUB

Tennis??



Yaaa, Tennis. Salah satu olahraga yang dari dulu selalu saya idam-idamkan keberadaanya. Hehehe. Kenapa tenis? saya juga tidak memahami itu, hati saya seperti terantuk padanya. Sudah lama saya ingin merasakan memegang raket, memukul bola dengan raket itu, mengejar-ngejar bola, dan juga berkompetisi.. (halah, ini ekspektasi yang terlalu tinggi).



Dan akhirnya saat itu pun tiba, ketika salah seorang teman kantor menginformasikan mengenai keberadaan Lapangan Tennis Indoor di lingkungan tempat saya bekerja. Waah, seperti api yang menyulut kertas, seperti itulah semangat saya begitu mendengar informasi itu. Saya langsung menyatakan MAU ikut! Akhirnya kami memutuskan untuk melakukan latihan rutin, dengan bantuan seorang pelatih.



Di latihan perdana, hanya tiga orang saja! yap, TIGA orang saja! Saya, Pak Fajar, dan Mba Leny. Tapi saya sudah terlanjur mencintai olahraga ini. Apapun yang terjadi, tetap harus jalan. Informasi keberadaan Klub Tenis dadakan ini pun mulai disebarluaskan. Akhirnya Pak Aryo ikut bergabung, kemudian Afif, Rikanda dan kemudian Bu Titis dan Suaminya. Yeay, semakin ramai...



Terlebih setelah kita menemukan pelatih yang pas, yaitu Pak Bas, semangat kami semakin membara, jadwal latihan pun ditambah, menjadi 2 kali seminggu. Hehehe... :D



Nadal, Federer, Djokovic, Rodick, Agasi....Sampai ketemu di lapangan! ;)