APA ITU HAMAS?
HAMAS (Hand Made Strategy) merupakan alternatif strategi pembelajaran yang mana anak akan dirangsang untuk terus berkreativitas dan mengaktifkan otak kanan melalui pemanfaatan barang-barang bekas. HAMAS juga memperhatikan Multiple Intelligence anak. Hal ini dilatarbelakangi oleh karena anak memiliki kecerdasan ganda yang berbeda-beda. Selain itu, HAMAS juga menanamkan nilai karakter seperti peduli lingkungan, peduli sosial, kreatif, dan tanggung jawab.
MENGAPA HARUS HAMAS?
Banyak permasalahan anak yang terkadang kita lupakan, diantaranya:
Ø Anak cenderung memilih mainan / hal yang instan, konsumtif, yang sebenarnya bisa dibuat sendiri. Hal ini menunjukkan budaya konsumtif yang tidak baik untuk perkembangan anak. Selain itu, anak juga menjadi tidak kreatif.
Ø Mainan modern mendorong anak untuk menjadi pribadi yang individualistis seperti saat main game-game individu tanpa melibatkan teman yang lain.
Ø Mainan anak pada zaman modern ini memiliki kandungan bahan kimia yang tidak baik bagi kesehatan anak, antara lain mengandung timbal (Pb), merkuri (Hg), kadmium (Cd), dan kromim (Cr). Selain kandungan zat-zat kimia ini, tampilan fisik mainan edukasi juga tidak aman untuk anak-anak. Cat yang mudah terkelupas, bau dan warna yang sangat mencolok, serta kurangnya informasi yang jelas dalam kemasan mainan edukasi.
APA KELEBIHAN HAMAS?
Ø Bisa diterapkan di semua mata pelajaran.
Ø Untuk menciptakan siswa lebih kreatif, mandiri, membuat mainan sendiri, tidak hanya menggunakan barang-barang instan.
Ø Membuat kreasi produk untuk barang sehari-hari.
Ø Meminimalisir budaya instan.
Ø Meningkatkan kerjasama antarsiswa (kebersamaan).
Ø Meningkatkan rasa sosial anak.
Ø Membangkitkan rasa cinta pada lingkungan dan budaya lokal.
Ø Menanamkan jiwa wirausaha anak sejak kecil.
Ø Memunculkan serta mengembangkan potensi siswa.
Ø Meningkatkan aspek psikomotor, kognitif dan afektif pada anak.
BAGAIMANA LANGKAH-LANGKAHNYA?
ü Eksplorasi :
Menguji pengetahuan awal siswa terkait materi
ü Elaborasi :
a. Pembagian kelompok :
Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa mengenai hobi/minat atau hal-hal yang terkait materi yang disampaikan (sesuai kreativitas guru dengan memperhatikan Multiple Intelligences anak).
b. Pembelajaran dibuat secara bertema oleh guru. Siswa mempelajari subtema yang sesuai dengan produk yang akan dirancang.
c. Kerja kelompok dan diskusi :
- Pada hari sebelumnya siswa telah diminta oleh guru untuk membawa peralatan dari rumah (barang bekas, alat tulis, gunting, lem, dll)
- Siswa membuat kreasi barang sesuai dengan subtema mereka dalam satu kelompok pada batasan waktu yang sama. Siswa diberi kebebasan untuk bekerja membuat produk tersebut (di luar kelas, mendengarkan anya, dll). Produk harus diselesaikan di sekolah (tidak boleh dibawa pulang).
- Siswa mempresentasikan hasil produk di depan kelas.
- Guru bertugas memfasilitasi siswa untuk membimbing tiap kelompok ketika presentasi dan penguatan ketika presentasi.
ü Konfirmasi :
- Siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai materi dan kegiatan yang telah dilakukan. selain itu guru juga memberikan motivasi terkait nilai karakter dan kreativitas.
- Kesimpulan pembelajaran
- Evaluasi